Kamis, 15 Maret 2012
Pantai Depok
Sore hari di pantai depok, dengan cuaca yang tidak begitu panas,hembusan angin laut yang menyejukan memberikan nuansa santai dan relax untuk melepas kepenatan setelah kerja seharian
Pantai Depok
Sejumlah warga pantai pun mulai menjadi "tekong", istilah lokal untuk menyebut pencari ikan. Para tekong melaut dengan bermodal perahu bermotor yang dilengkapi cadik. Kegiatan menangkap ikan dilakukan hampir sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari tertentu yang dianggap keramat, yaitu Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Di luar musim paceklik ikan yang berlangsung antara bulan Juni - September, jumlah hasil tangkapan cukup lumayan.
Karena jumlah tangkapan yang cukup besar, maka warga setempat pun membuka Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang kemudian dilengkapi dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bernama Mina Bahari 45. Tempat pelelangan ikan di pantai ini bahkan menerima setoran ikan yang ditangkap oleh nelayan di pantai-pantai lain.
Seiring makin banyaknya pengunjung pantai yang berjarak 1,5 kilometer dari Parangtritis ini, maka dibukalah warung makan-warung makan sea food. Umumnya, warung makan yang berdiri di pantai ini menawarkan nuansa tradisional. Bangunan warung makan tampak sederhana dengan atap limasan, sementara tempat duduk dirancang lesehan menggunakan tikar dan meja-meja kecil. Meski sederhana, warung makan tampak bersih dan nyaman.
Beragam hidangan sea food bisa dicicipi. Hidangan ikan yang paling populer dan murah adalah ikan cakalang, seharga Rp 8.000,00 per kilogram, setara dengan 5 - 6 ekor ikan. Jenis ikan lain yang bisa dinikmati adalah kakap putih dan kakap merah dengan kisaran harga Rp 17.000,00 - Rp 25.000,00 per kilogram. Jenis ikan yang harganya cukup mahal adalah bawal, seharga Rp 27.000,00 - Rp 60.000 per kilogram. Selain ikan, ada juga kepiting, udang dan cumi-cumi.
Pantai Depok
Pantai Depok, Menikmati Hidangan Ikan Laut Segar
Di antara pantai-pantai lain di wilayah Bantul, Pantai Depok-lah yang tampak paling dirancang menjadi pusat wisata kuliner menikmati sea food. Di pantai ini, tersedia sejumlah warung makan tradisional yang menjajakan sea food, berderet tak jauh dari bibir pantai. Beberapa warung makan bahkan sengaja dirancang menghadap ke selatan, jadi sambil menikmati hidangan laut, anda bisa melihat pemandangan laut lepas dengan ombaknya yang besar.
Nuansa khas warung makan pesisir dan aktivitas nelayan Pantai Depok telah berkembang sejak 10 tahun lalu. Menurut cerita, sekitar tahun 1997, beberapa nelayan yang berasal dari Cilacap menemukan tempat pendaratan yang memadai di Pantai Depok. Para nelayan itu membawa hasil tangkapan yang cukup banyak sehingga menggugah warga Pantai Depok yang umumnya berprofesi sebagai petani lahan pasir untuk ikut menangkap ikan.
Rabu, 14 Maret 2012
Kendaraan yang ikut terbakar oleh awan panas ( wedus gembel ), kendaraan ini di pergunakan relawan sekaligus wartawan dari televisi staisun swasta yg hendak menjemput mbah marijan,namun karena mbah Marijan bersikeras untuk tidak meninggalkan Merapi karena dedikasi yg tinggi dari seorang abdi dalem kesultanan Yogyakarta akhir nya mereka menjadi korban keganasan awan panas Merapiiii,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,salut bwt relawan-relawan yg telah mengorbankan diri bwt keselamatan orang lain semoga pengorbanan kalian bukan sesuatu yang sia-sia, semoga arwah kaliah di berikan tempat yang istimewa di sisi Allah SWT. Amin ya robbal alamiiiin
Dari kejauhan tampak petilasan kediaman mbah Marijan, kuncen yg meninggal karena wedus gembel.
Kediaman mbah Marijan yang telah rata dengan tanah kini di buatkan bangunan seperti gubuk kecil sebagai tanda petilasan beliau dan sebagai tanda penghargaan atas jasa-jasa beliau yang telah bertahun-tahun telah menjaga Merapi, semoga arwah beliau di terima oleh Allah swt. amiiiiiiiiiin
Pertama kali menginjakan kaki di merapi setelah setahun kejadian meletus nya gunung merapi . Banyak korban yang meninggal dan luka bakar karena awan panas ( wedus gembel ). Material sisa letusan Merapi yg berlimpah merupakan berkah pula bagi masyarakat setempat untuk memperoleh penghasilan tambahan sebagai buruh penambang pasir dan batu. Setahun setelah letusan kini Merapi sudah mulai menghijau kembali, penduduk sekitar sudah dapat melakukan kembali kegiatan mereka seperti sebelum nya bertani dan berternak, tetapi mereka masih harus selalu siaga bila terjadi banjir lahar dingin bila musim penghujan datang .
Langganan:
Postingan (Atom)